Welcome to My site

Man Jadda Wajada !!!

Sabtu, 01 Oktober 2011

Hoki Cilegon Tak Mengenal Lelah !

Olahraga Hoki lapangan adalah permainan hoki yang dimainkan dengan menggunakan stik hoki dan bola di lapangan atau rumput. Permainan inilah yang sedang ramai dimainkan oleh beberapa orang di cilegon, tepatnya di lapangan Bapor KS Cilegon.
Walaupun dalam suasana Ramadan orang-orang yang tergabung dalam Club Hoki Cilegon (CHC) tetap melakukan latihan pada sore hari yang di mulai dari jam 16.30-17.30 WIB. Hoki Cilegon pertama kali ada di SMP 7 Cilegon, CHC mulai eksis di kota baja sejak didirikan pada 2005. Latihan rutin di gelar setiap minggu sore di bulan puasa sementara latihan di minggu pagi untuk bulan biasa.
“Olahraga ini mempunyai keunikan tersendiri bagi masyarakat cilegon selain jarang ada, permainannya mudah” ujar Iman Hickmatullah selaku ketua CHC. Sementara Fani Adhani sebagai seksi pembinaan termotivasi untuk terus mengembangkan hoki di cilegon, karena menurutnya olahraga ini aman dan berpeluang besar untuk menjadi atlet hoki.
Terdapat beberapa sekolah yang sudah tergabung di antaranya SMKN 1, SMAN 4, SMAN 3 Cilegon, SMPN 7, SMP YPWKS Cilegon dan SMP IT Raudatul Jannah. Diar eriyanto sekretaris pencab hoki cilegon mengatakan kami tetap eksis di bulan Ramadan, kegiatan ini merupakan salah satu ajang promo di lapangan. Ia pun menambahkan bahwa di cilegon rencananya akan di adakan kejuaraan antar sekolah yang di bina melalui ekskul di tiap sekolah.
“Saya ingin menjadi atlet hoki,” tandas Noviar Nurazizah salah satu siswi SMP YPWKS Cilegon di temui usai berlatih hoki lapangan bersama kedua rekannya Nina Ayu Mutiara dan Dani Rahmati. Novi merasa enjoy dan tak mudah lelah ketika bermain di bulan puasa karena sesekali dia beristirahat dan mengobrol saat capek.
(yusuf-xpresi/zee)

Buka Puasa Bersama Remaja Citra !


Ada kemauan pasti ada jalan, inilah kalimat yang tepat untuk Pusat Informasi Konseling Remaja Citra SMAN 3 Cilegon yang mengadakan buka bersama anak yatim berjumlah 35 anak dari Yayasan Maulana Hasanudin di Mushola Isa Alhasanah yang bertempat di Jl. H Umar No 10 Temu Putih, Cilegon.
Berawal dari sebuah ide anak-anak PIK-R mendapat dukungan positif dari para dewan guru bahkan pihak sekolah, mereka rajin menggalang dana untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dan terbukti pada hari Sabtu (13/8) acara berlangsung meriah. Sistem penggalangan dana pun terbilang unik yaitu dengan pembelian kupon untuk yang bersedia menyumbang ke anak yatim.
PIK-R Citra menyantuni 95 anak yang terbagi atas Yayasan Maulana Hasanudin 35 anak dan Rumah Singgah yang terdapat di daerah Kramatwatu 60 anak untuk di santuni. Santunan ini diterima oleh perwakilan dari kedua yayasan Imron Al-Bukhori (Maulana Hasanudin) dan Edit Dewi Nurul (Kramatwatu).
Acara yang di gelar dari pukul 16.00-19.00 WIB ini, di isi dengan penyuluhan bertema komunikasi orang tua dan remaja dan kultum dari Ustad Syukron. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kesehatan remaja PIK-R Citra memberikan pemaparan tentang bagaimana mengatasi hambatan komunikasi, lalu fungsi komunikasi dan mengapa harus ada komunikasi orang tua dan remaja. Setelah peyuluhan acara di lanjut dengan kultum. Tak mau kalah anggota Rohis pun ikut menyampaikan materi keagamaan yang di sebut pencerahan.
Imron AlBukhari mengatakan “kegiatan mulia ini jarang-jarang di adakan oleh remaja yang peduli dengan kegiatan social, selain itu anak PIK-R berbaur dengan anak-anak dari yayasan,” katanya. Ia berharap mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya ada di Ramadan, namun bisa di lakukan di bulan lainnya. Sementara itu Edit Dewi Nurul beranggapan “acara ini merupakan Ibadah dan kawan-kawan dapat berbagi dengan sesama yang memberikan efek ketenangan,” ujarnya usai di temui dengan rekannya Yeyen Komalasari setelah acara santunan.
Buka bersama ini memberikan peluang kerja sama tersendiri bagi Yayasan Maulana Hasanudin untuk mengadakan penyuluhan ke anak-anak yang di asuhnya. Ujang Saprudin selaku koordinator PIK-Remaja menanggapi dengan positif dan siap untuk membantu. Terkait pelaksanaan Buka bersama, Ia mengatakan “kebanggaan tersendiri bagi saya, ini ide dari anak-anak. Kepedulian sosial dan saling berbagi kepada sesama bisa di percaya untuk menjadi kader yang baik,” tutupnya. (yusuf-xpresi/zee)

Bukan sekedar komunitas !


Pantai merupakan salah satu tempat wisata yang menarik sekaligus wahana alam yang indah, dengan berbagai fasilitas yang dapat di bangun di sekitarnya. Tentu keamanan, kebersihan dan kenyamanan menjadi barang mahal yang perlu di jaga.
Berangkat dari itu Bandulu Surfing Club (BSC) berdiri. Komunitas yang berdiri 2005 ini di bangun oleh mamad atau yang akrab di sapa ekeng. Hal ini dibuktikan oleh BSC dengan menjaga keamanan tamu berwisata saat berenang ataupun saat santai di pinggiran pantai, kebersihan yang selalu dijaga sepanjang pantai bandulu, kenyamanan saat berwisata di pantai. “Tujuannya agar tamu betah dan nyaman sehingga dapat berkunjung kembali ke pantai bendulu,” ungkap ekeng.
Aktivitas yang kerap dilakukan BSC yaitu menyediakan wahana pantai seperti banana boot, papan surfing, arum santai dengan kano yang mengunjungi wisata taman laut dan rumah apung yang terletak tak jauh dari pinggir pantai. BSC pun menyediakan tour wisata ke pulau sanghiang dan gunung Krakatau dengan kapal boot yang di sewakan. Selain itu BSC membiasakan anggotanya untuk berlatih fisik dan berbahasa inggris, mengantisipasi Turis luar yang datang ke anyer.
“Saya berharap ada dukungan dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi kami, agar dari segi peralatan yang tersedia mendukung guna menjaga kenyamanan tamu,” kata ekeng. Ia menambahkan komunitas ini dirikan guna membina anak-anak mendapatkan nilai plus dalam hidupnya. Dan selama ini anak-anak BSC pernah mengikuti berbagai lomba surfing bahkan ada yang menjadi atlet nasional win surfing, karena win surfing di anyer sangat bagus selain itu kondisi angin mendukung.
Aldy salah satu anggota BSC mengatakan komunitas ini bagus sekali dan sangat berperan penting di pantai, baik dari segi kebersihan, keamanan dan kenyamanan tamu dipantai. Pulau sanghiang termasuk wisata pantai kelas dunia, karena bagus untuk sailing, snorkeling, diving, win surfing dan surfing. (yusuf-xpresi/zee)

Jangan lupakan, peristiwa militer ini !

Apa sih G30 S PKI itu ??? Pasti para Sob-x udah pada tahu tentang peristiwa berdarah yang terjadi tahun 1965 itu, tepat pada hari ini peringatan G 30 S PKI kembali terkenang. Sudah sejak lama sejarah ini kembali dibicarakan dan dipertanyakan. Apa ya sebabnya ?
Sejarah G30S PKI ternyata masih simpang siur karena belum ada kejelasan dari pihak yang terkait tentang kasus ini. Padahalkan udah lewat dari 46 tahun yang lalu. Nah, sebagai generasi muda apa perlu kita melupakan sejarah di era Soekarno ini ? Secara kita sering dibuat bingung oleh sumber informasi yang kadang menyesatkan pemahaman sejarah nasional ini.
So, bagaimana ya pendapat sob-x tentang kasus ini ? Dimulai dari Bob Slamet yang mengatakan. “Nggak karena jika kita melupakan sejarah berarti kita enggak bisa mengambil pelajaran dari peristiwa masa lampau tersebut,” kata Bob yang sedang praktek industri di Polda Banten ini. Sepakat bob, kayak pepatah yang mengatakan Bangsa yang beradab adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya.
Komentar Bob pun disahut oleh Didi Farrel. “Nggak akan melupakan, walaupun sudah lama tapi tetap saja menjadi sejarah dan wajib mengenang semua pahalwan pada saat itu,” ungkap didi.

Ada juga sob-x yang masih galau tentang G30S PKI. “Nggak tau, bingung. Coba lahir dari dulu, mungkin tau kali yah ?,”ujar Azrika Raha sambil cekikikan.
Ternyata kudeta yang melibatkan enam pejabat tinggi militer Indonesia ini, sangat penting untuk diingat. Para pelaku sejarah emang udah berusaha mengungkapnya sampai tuntas walaupun masih simpang siur. Kita harus menghargai jasa mereka, minimalnya dengan mengingat dan mencari seluk beluk peristiwa yang melibatkan Partai Komunis Indonesia ini.
Termasuk Nanda Satria yang kabarnya masih penasaran “Nggak lah, gue masih penasaran sama peristiwa G30S PKI,” tutur cowok yang hobi sama silat ini.
Sejarah emang jadi hal penting buat kita jadikan pelajaran dan kenangan. Karena kita juga punya tugas buat tell story sama anak and cucu-cicit kita. “Sejarah G 30 S PKI juga masih bisa diceritain ke anak cucu kita. Itukan masih termasuk sejarah bangsa kita. Dimana dalam masanya banyak banget pahlawan bangsa ini yang berguguran dimedan kemerdekaan,” tutup Kiki yang juga mengajar Bahasa Inggris ini. (yusuf-xpresi/zee)